Dina acara perkawinan adat Sunda anu masih keneh ngagem kana adat istiadat sepuh seueur pisan lalakonana.
Tina mulai acara nyambut tamu dugi ka acara silengseren dina acara adat istiadat urang Sunda pasti sok dilaksanakeun.
Salain ti eta nu pasti mah acara nincak endog dugi ka parebut bakakak panganten sok bari di tambihan sempal guyon pastina sok tambah rame suasanana.
Dina nomer kahiji mah meureun pamikir sim mamang matak diayakeun acara kikituan oge kanggo panganten ku kolot urang baheula, supaya nyairkeun suasana panganten anu tegang sareung degdegan, jadi karaosna suasana na teu pahibut teuing.
Dina sakalian acara kitu aya hiji acara anu sok kadang kadang bareubeu isin manah ngadangu na komo ku anu masih bujangan mah nyaeta acara Upacara Sawer panganten Sunda.
Nyukcruk galur ti karuhun
Nutur lacak para wali
Nyambung ka bala rea
Titinggal ti nini aki
Ngawaris kabudayaan
Seni sunda sawer asli
Neda agung cukup lumur
Neda jembar pangaksami
Bilih aya kalepatan
Wireh ayeuna sim kuring
Nyawer anu pangantenan
Nyanggakeun mugi ditampi
====================
Sawer panganten nyaeta acara nasihat ti kolot kanggo ka urang, terutama mah kanggo panganten anu di sampaikeun ku Sinden, eusina ti mulai kawajiban suami istri dugi ka masalah ngagayung bahtera rumah tangga…
Tapi dina sakalian bab eta anu paling sok di tempal ku hadirin upami tos mulai ngabahas masalah “kawajiban” suami istri dina ing goning numpahkeun rasa ka tresna. Eta sawer panganten jadi tambah rame eak eakan, salah sahiji syair anu ku sim mamang masih di emut dugi ka ayeuna yaeta…
Omat Nyai ulah reuwas
Mun mendak nu heuras heuras..
Gedena sageude Buras
Mun kaluar jiga cibeas….
Syair anu di luhur kumamang di tulis teh eusina ngeunaan malam pertama, pelajaran kanggo panganten istri supaya tong reuwas sareung sieun nyanghareupana.
Tapi upami di tinggal ku jaman ayeuna mah jiga nateh isi sawer panganten teh tos “ketinggalan jaman” kumargi masalah sex sanes hiji masalah tabu, tapi tos jadi hal biasa anu tiasa di konsumsi iraha wae.
Bahkan upami urang muka internet oge seuseur na mah bab sex anu paling di taringgal ku barudak teh.
Tapi sabada ti eta tetep sawer panganten anu isina pinuh ku pelajaran tetep kudu di lestarikeun sareung hiji kabanggan urang Sunda pada umumna dina ngalestarikeun titinggal kabudayaan kolot baheula.
Hatur nuhun…hapunten ka sobat- sabit, mamang nganggo bahasa Sunda dina ieu tulisan kumargi mamang teh hoyong weh " sapertos dina majalah mangle hehehe".
Dan Kepada yang tidak mengerti bahasa Sunda pun mamang minta maaf juga kalau tulisan dengan menggunakan bahasa Sunda tidak berkenan di hati sobat semua…
Selasa, 28 Mei 2013
Senin, 27 Mei 2013
Ukiran kayu khas subang menggunakan solder
Sampurasun.... Rampes. Ternyata Kampung Saradan Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang merupakan salah satu sentra ukiran kayu yang ada di Kabupaten Subang dimana usaha produksi
Ukiran kayu khas subang menggunakan solder.
Adapun jenis komoditi ukiran kayunya diantaranya seperti miniatur bebek, kura – kura, macan,
sisingaan, golek, dan masih banyak jenis miniatur binatang lainnya sesuai dengan jenis pesanan dari pelanggan.
Ukiran kayu khas subang menggunakan solder.
Adapun jenis komoditi ukiran kayunya diantaranya seperti miniatur bebek, kura – kura, macan,
sisingaan, golek, dan masih banyak jenis miniatur binatang lainnya sesuai dengan jenis pesanan dari pelanggan.
Ukiran Kayu yang berada di Kampung Saradan Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden ini menggunakan kayu lame sebagai bahan bakunya, dimana keunggulan kayu lame ini mempunyai tekstur permukaan yang lembut, pori-pori relatif kecil, mudah dibentuk yang mempunyai ciri khasnya dimana pemberian motif pada produk kerajinan ukiran kayunya yaitu dengan menggunakan bantuan Solder atau biasa disebut dengan sistem krek.
Adapun metode pemberian motif dengan system krek ini yaitu dengan cara memanaskan jarum solder kemudian digores-goreskan keatas permukaan ukiran kayu baik yang telah diberi motif, maupun yang langsung dibentuk motifnya dengan menggunakan solder tersebut. Pemberian motif ini dilakukan untuk memberi efek bulu yang alami pada produk – produk Ukiran Kayu dengan jenis miniatur binatang yang berbulu
Selain di Pagaden Salah satu sentra kerajinan kayu dengan seni tergolong unik terdapat di Kampung Bojong Lowa, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Disini para pengrajin pembentuk kayu menjadi berbagai miniatur binatang seperti jerapah, bebek serta badak bercula satu.
Terimakasih sobat sudah membaca tentang Ukiran kayu khas subang menggunakan solder
semoga bermanfaat
Sumber: www.indosiar.com
news.liputan6.com
Terima Pesanan Kesenian Galur Lengser Mapag Pengantin
Sampurasun… Rampes… ketemu lagi dengan mamang, dua hari ndak nulis kayaknya gatel tangan ini heheheh… maklum lagi belajar menulis hehe.. kali ini mamang mau nulis tentang pertama Terima Pesanan Kesenian Galur Lengser Mapag Pengantin …
Lihat Google map Klik disini
Alhamdulillah setelah mamang “aplut” tuh video kesenian lengser ke You Tube tanggal 14 mei 2013, eh hari kamis tanggal 23 mei 2013 ada yang minta nomor hp mamang, ternyata tuh kang Adi yang dari Cikarang berminat dengan kesenian Lengser setelah menonton vidionya di you tube, setelah perbincangan di telepon hari sabtu jam 20 WIB melakukan pertemuan di Rumah mamang , eh Rumah mertua mamang, maklum Rumah mamang dan mertua tidak begitu jauh, sekitar 5 langkah sudah sampai eheheh ….
Kmp. Gardu 1 RT 009 RW 03
Ds. Bendungan
Kec. Pagaden Barat
Kab. Subang – Jawa Barat
Lihat Google map Klik disini
Setelah perbincangan yang singkat, antara Ki Lengser ( Pa Ato dengan kang Adi, mamang Cuma pendengar setia ehheeh) langsuh tuh kang Adi menyepakati harga Galur Lengser untuk di daerah Cikarang, eh ternyata kang Adi itu yang mau nikahannya eheheheh tepatnya tanggal 27 mei 2013 di perumahan Cikarang
Rasanya senang mamang sudah bias membantu seseorang , dan mudah - mudahan kang Adi dan Istri menjadi keluarga yang “ Sapapait samamanis, kacai sing daek mandi kadarat sing daek solat….. istilah kerennya Sehidup semati hehehehe…
Kata kang Adi ini video yang sempat ditonton :
Nanti mamang “aplut” lagi ke you tube vidio yang ini
- Tanggal 25 mei 2013
Pentas Galur lengser mapag pengantin di Cipunagara
- Tanggal 26 Mei 2013
Pentas Galur Lengser mapag pengantin di Cijambe Subang
- Tanggal 27 Mei 2013
Pentas Galur Lengser Mapag Pengantin di Cikarang ( kang Adi )
Terimakasih sobat sudah membaca tulisan mamang tentang Terima Pesanan Kesenian Galur Lengser Mapag Pengantin semoga bermanfaat.
Jumat, 24 Mei 2013
Mendidik Anak Menurut Mamang
Sampurasuun .... Rampes... Ini mamang mau nulis tentang Mendidik Anak Menurut Mamang
tapi kalau kurang tolong ditambahin dan kalau lebih dikurangin saja heheheh. memiliki seorang anak merupakan dambaan dari setiap orang tua. Hal ini adalah salah satu unsur yang dibutuhkan dalam sebuah keluarga. Sobat juga tidak hanya menginginkan anak saja kan? pastinya menginginkan anak anda sholeh, cerdas, jadi kebanggaan anda, betul tidak?.
Banyaknya terjadi kegagalan dalam mendidik anak biasanya karena tidak bisanya orang tua
meneladankan perilaku kepada anaknya. Pepatah mengatakan “Uyah mah tara te’es kaluhur” atau "buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya", pepatah ini memang benar sekali. Anak adalah cermin dari orang tuanya. Jika anda sebagai orang tua ingin mengajarkan kejujuran maka anda harus jujur, jika ingin mengajarkan sopan santun, maka anda harus sopan santun, jika anda ingin mengajarkan kedisplinan maka anda harus disiplin. contoh kejadian yang sungguh menggelikan dan banyak terjadi di masyarakat yaitu orang tua yang melarang anaknya merokok tapi dianya sendiri merokok * termasuk mamang juga begitu heheeh*. Makanya anak remaja yang merokok saat ini semakin meningkat
tapi kalau kurang tolong ditambahin dan kalau lebih dikurangin saja heheheh. memiliki seorang anak merupakan dambaan dari setiap orang tua. Hal ini adalah salah satu unsur yang dibutuhkan dalam sebuah keluarga. Sobat juga tidak hanya menginginkan anak saja kan? pastinya menginginkan anak anda sholeh, cerdas, jadi kebanggaan anda, betul tidak?.
ci kakak
Banyaknya terjadi kegagalan dalam mendidik anak biasanya karena tidak bisanya orang tua
meneladankan perilaku kepada anaknya. Pepatah mengatakan “Uyah mah tara te’es kaluhur” atau "buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya", pepatah ini memang benar sekali. Anak adalah cermin dari orang tuanya. Jika anda sebagai orang tua ingin mengajarkan kejujuran maka anda harus jujur, jika ingin mengajarkan sopan santun, maka anda harus sopan santun, jika anda ingin mengajarkan kedisplinan maka anda harus disiplin. contoh kejadian yang sungguh menggelikan dan banyak terjadi di masyarakat yaitu orang tua yang melarang anaknya merokok tapi dianya sendiri merokok * termasuk mamang juga begitu heheeh*. Makanya anak remaja yang merokok saat ini semakin meningkat
ci kakak dan ifar
Seorang anak dilahirkan dengan tidak ada rasa takut. Rasa takut itu mulai muncul ketika lingkungan mulai memasukan virus-virus ketakutan dengan kata-kata "jangan, Tidak boleh, awas". Sebagai orang tua harus memperhatikan keberanian anak, jika anak anda mulai menjadi orang yang tidak berani, pemalu, tidak percaya diri, maka anda harus mendorong dan memotivasi mereka untuk berani dan percaya diri. Contoh ketika ada pentas doronglah mereka untuk maju ke pentas seni baik itu menyanyi, menari, berpidato dan lain-lain. Ikutkanlah lomba-lomba untuk mengasah keberanian dan kepercayaan dirinya. Jika dalam lomba dia kalah teruslah dimotivasi untuk mencoba lagi dan berikan harapan terus menerus.
sibungsu
Terimakasih sobat sudah berkunjung dan membaca tulisan mamang tentang
Kamis, 23 Mei 2013
Cicih Cangkurileung Maestro Jaipong dari Subang
Hajah Cicih Rukesih (70) saat memberikan tausiah masih belum hilang dalam ingatan masyarakat Kota Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang dan sekitarnya. Pemilik nama panggung Cicih Cangkurileung (Kutilang). Cicih Cangkurileung Maestro Jaipong dari Subang yang biasanya bersuara gahar (keras dan lantang) dan senggol (improvisasi) saat mengawih kliningan, tetapi lembut saat berdakwah, telah meninggalkan pencintanya untuk selamanya pada Selasa (18/9/2012) sekitar pukul 02.00 WIB di kediamannya, Kampung Sembung II RT 08/RW 04 Desa Gunungsembung, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang. Innalillahi waa inna illaihi rodjiun.
Kehilangan seorang maestro seni kawih kliningan Hj. Cicih Cangkurileung sangat jelas terlihat saat keranda diusung dari rumah almarhumah menuju TPU Celerek yang jaraknya sekitar 700 meter. Ratusan pengantar terdiri atas unsur Muspika dan Muspida Kabupaten Subang serta masyarakat, berdesakan dan menciptakan antrean panjang.
Sangat beralasan bila masyarakat sangat kehilangan Cicih Cangkurileung. Selain dikenal sebagai juru kawih kliningan penerus jejak langkah Titin Fatimah dan Upit Sarimanah, dalam tiga tahun terakhir ini almarhumah sangat dekat dengan masyarakat karena rajin berdakwah.
Cicih Cangkurileung sudah menimba ilmu sebagai juru kawih kliningan pada usia 5 tahun pada Cucun Cunayah dan Suwandi (juru rebab). Hal ini membuat sejumlah seniman tradisi waktu itu memprediksi Cicih kecil akan menjadi penerus Titin Fatimah dan Upit Sarimanah. Benar saja, hanya berselang dua tahun, atau tepatnya pada usia 7 tahun, Cicih muda yang diberi julukan Cicih Cangkurileung sudah menyabet juara pertama kawih kliningan. Dalam beberapa tahun, saat usianya menginjak remaja, namanya cepat dikenal, khususnya di kalangan pencinta seni kliningan dan bajidoran.
Bahkan, pada waktu itu, namanya dikenal sebagai juru kawih untuk kesenian bajidoran serta jaipongan yang saat itu digandrungi. Kelebihan Cicih Cangkurileung sebagai pesinden adalah pada warna suara yang gahar (lantang), improvisasi dalam senggol (ornamen lagu) terutama senggol kejawen, pedotan (teknik masuk, pada tiap baris lagu) juga kekuatannya manggung hingga dini hari tanpa juru kawih pendamping.
Bagi para pencintanya, Cicih Cangkurileung saat ini akan menjadi tinggal kenangan. Sang maestro bersuara gahar tersebut telah berpulang untuk selamanya.
Dilahirkan di tengah keluarga pemusik dan dalang, sejak kecil ia sudah menyanyi di depan umum. Nama panggung Cangkurileung (kutilang) mulai digunakan ketika mengikuti kontes sinden yang mengharuskan peserta menggunakan nama burung di belakang aslinya.
Tidak kurang dari 150 lagu telah almarhum ciptakan. Sementara untuk suaranya yang dipitakasetkan di antaranya album :
Sebagai warga Subang khususnya, merasa sangat kehilangan sosok panutan yang multitalenta.
Almarhumah bukan hanya dikenal sebagai maestro seni tradisional kliningan ataupun seni Sunda di Kabupaten Subang khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Akan tetapi, juga sosok wanita yang sangat ramah dalam memberikan ajaran atau ilmu seni (kawih kliningan) maupun wejangan agama saat dia menjadi dai
Almarhumah bukan hanya dikenal sebagai maestro seni tradisional kliningan ataupun seni Sunda di Kabupaten Subang khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Akan tetapi, juga sosok wanita yang sangat ramah dalam memberikan ajaran atau ilmu seni (kawih kliningan) maupun wejangan agama saat dia menjadi dai
Kehilangan seorang maestro seni kawih kliningan Hj. Cicih Cangkurileung sangat jelas terlihat saat keranda diusung dari rumah almarhumah menuju TPU Celerek yang jaraknya sekitar 700 meter. Ratusan pengantar terdiri atas unsur Muspika dan Muspida Kabupaten Subang serta masyarakat, berdesakan dan menciptakan antrean panjang.
Sangat beralasan bila masyarakat sangat kehilangan Cicih Cangkurileung. Selain dikenal sebagai juru kawih kliningan penerus jejak langkah Titin Fatimah dan Upit Sarimanah, dalam tiga tahun terakhir ini almarhumah sangat dekat dengan masyarakat karena rajin berdakwah.
Cicih Cangkurileung sudah menimba ilmu sebagai juru kawih kliningan pada usia 5 tahun pada Cucun Cunayah dan Suwandi (juru rebab). Hal ini membuat sejumlah seniman tradisi waktu itu memprediksi Cicih kecil akan menjadi penerus Titin Fatimah dan Upit Sarimanah. Benar saja, hanya berselang dua tahun, atau tepatnya pada usia 7 tahun, Cicih muda yang diberi julukan Cicih Cangkurileung sudah menyabet juara pertama kawih kliningan. Dalam beberapa tahun, saat usianya menginjak remaja, namanya cepat dikenal, khususnya di kalangan pencinta seni kliningan dan bajidoran.
Bahkan, pada waktu itu, namanya dikenal sebagai juru kawih untuk kesenian bajidoran serta jaipongan yang saat itu digandrungi. Kelebihan Cicih Cangkurileung sebagai pesinden adalah pada warna suara yang gahar (lantang), improvisasi dalam senggol (ornamen lagu) terutama senggol kejawen, pedotan (teknik masuk, pada tiap baris lagu) juga kekuatannya manggung hingga dini hari tanpa juru kawih pendamping.
Bagi para pencintanya, Cicih Cangkurileung saat ini akan menjadi tinggal kenangan. Sang maestro bersuara gahar tersebut telah berpulang untuk selamanya.
Dilahirkan di tengah keluarga pemusik dan dalang, sejak kecil ia sudah menyanyi di depan umum. Nama panggung Cangkurileung (kutilang) mulai digunakan ketika mengikuti kontes sinden yang mengharuskan peserta menggunakan nama burung di belakang aslinya.
Tidak kurang dari 150 lagu telah almarhum ciptakan. Sementara untuk suaranya yang dipitakasetkan di antaranya album :
- Sunda Klasik Titip Salam (bersama Mitra Kencana Gamelan Group)
- Sunda Klasik Ngiring Bingah
- Sunda Klasik Cicih Cangkurileung
- Sunda Klasik Ngiring Bingali
- Jaipong Ibingan Adumanis Cicih
- Gita Jaipong Cicih Amplop Biru
- Sunda Klasik Nikmat Duriat
- Top Jaipong Gadis Subang
- Terimakasih sobat sudah berkunjung dan membaca Cicih Cangkurileung Maestro Jaipong dari Subang
Polwan Yang Cantik
Kehadiran Polwan Yang cantik di Indonesia memberikan warna tersendiri bagi Masyarakat tentang pandangan aparat keamanan di Negara ini. Dibalik persepsi masyarakat akan pandangan oknum aparat hukum yang terkesan sangat tegas, disiplin tinggi, dan perlakuan fisik yang keras, dengan hadirnya para Polwan ini masyarakat seolah olah mempunyai sahabat baru yang bisa mengerti apa yang masyarakat inginkan.
Dibalik wajah yang cantik jelita para polisi cantik mempunyai rasa pengabdian dan perlindungan yang tinggi terhadap Negara. Ya karena mereka memang pihak yang berwajib menangani berbagai masalah hukum dan tata tertib di Negara ini. Merekalah Srikandi - srikandi Indonesia yang senantiasa melayani Masyarakat dengan gaya yang luwes dan anggun, namun mereka tetap mampu bersanding dengan para polisi pria untuk menjaga tatanan hukum di Negara ini.
Brigadir Avvy olivia (kiri), Briptu Eka Frestya (tengah), Inspektur Eny Kuswidiyanti Regama, mungkin sudah tidak asing lagi karena kerap tampil di sebuah stasiun televisi untuk mengabarkan lalulintas Jakarta dan yang didepan mang Yono *numpang Tenar hehehe*
Dibalik wajah yang cantik jelita para polisi cantik mempunyai rasa pengabdian dan perlindungan yang tinggi terhadap Negara. Ya karena mereka memang pihak yang berwajib menangani berbagai masalah hukum dan tata tertib di Negara ini. Merekalah Srikandi - srikandi Indonesia yang senantiasa melayani Masyarakat dengan gaya yang luwes dan anggun, namun mereka tetap mampu bersanding dengan para polisi pria untuk menjaga tatanan hukum di Negara ini.
Rabu, 22 Mei 2013
Tari Bajidor Kahot
Sampurasuuun.... Rampess.... Masih seputar Jaipongan... Sebelumnya mamang Nulis tentang Bajidor Kahot dan Jaipongan. Di era tahun 2000 an muncul satu nomor nama tari yang dikenal dengan nama Tari Bajidor Kahot. Tarian ini dengan cepat menjadi satu trend. Tari Jaipongan ini berasal dari daerah Jawa Barat tetapi sampai ngetrend ke Amerika http://www.youtube.com/watch?v=-MVoygdBIxE
Tari bajidor kahot merupakal kolaborasi antara kesenian Sunda, Bali, Jawa dan Betawi
Tari ini menggunakan properti kipas dan selendang. Tari bajidor Kahot adalah tarian kreasi baru yang diangkat dari kombinasi antara Ketuk Tilu dan Jaipongan.
Kliningan-Bajidoran merupakan sebuah bentuk pertunjukan rakyat yang diduga mulai muncul sekitar tahun 1950-an. Kemungkinan besar merupakan perkembangan dari ketuk tilu, sebab unsurnya yang paling esensi didalamnya masih tampak sajian kliningan-bajidoran, yaitu sinden sebagai transformasi dari ronggeng dan bajidor transformasi dari pamogoran. Sementara lagu dan tarian disajikan dengan gaya kliningan-bajidoran.
Pertunjukan kesenian ini merupakan ekspresi dari masyarakat Karawang dan Subang, Arena Bajidoran menjadi ajang pertemuan masyarakat, bertemunya gaya kreasi, dan disadari atau tidak menjadi ajang persaingan status dan gengsi.
Aslinya tarian ini berdurasi 13 menit tetapi untuk kebutuhan panggung dan waktu pertunjukan maka durasinya di pangkas menjadi 5 menit. Pada beberapa situs di internet disebutkan bahwa tarian ini menitik beratkan pada goyang pinggul. Tetapi sebenarnya tidak sedemikian simplenya. Karena menarikan Bajidor Kahot dan beberapa nomor tari jaipongan lainnya tidak melulu hanya bergoyang pinggul tetapi juga lengan, bahu, kepala, tangan dan ketrampilan step-step kaki.
Bajidor Kahot berangkat dari sebuah tarian rakyat yang bertemakan pergaulan, yang menceritakan tentang keceriaan para mojang. Itulah sebabnya tarian ini ditarikan oleh remaja-remaja putri yang cantik jelita.
Berikut lirik lagu Bajidor Kahot
Tari bajidor kahot merupakal kolaborasi antara kesenian Sunda, Bali, Jawa dan Betawi
Tari ini menggunakan properti kipas dan selendang. Tari bajidor Kahot adalah tarian kreasi baru yang diangkat dari kombinasi antara Ketuk Tilu dan Jaipongan.
Kliningan-Bajidoran merupakan sebuah bentuk pertunjukan rakyat yang diduga mulai muncul sekitar tahun 1950-an. Kemungkinan besar merupakan perkembangan dari ketuk tilu, sebab unsurnya yang paling esensi didalamnya masih tampak sajian kliningan-bajidoran, yaitu sinden sebagai transformasi dari ronggeng dan bajidor transformasi dari pamogoran. Sementara lagu dan tarian disajikan dengan gaya kliningan-bajidoran.
Pertunjukan kesenian ini merupakan ekspresi dari masyarakat Karawang dan Subang, Arena Bajidoran menjadi ajang pertemuan masyarakat, bertemunya gaya kreasi, dan disadari atau tidak menjadi ajang persaingan status dan gengsi.
Aslinya tarian ini berdurasi 13 menit tetapi untuk kebutuhan panggung dan waktu pertunjukan maka durasinya di pangkas menjadi 5 menit. Pada beberapa situs di internet disebutkan bahwa tarian ini menitik beratkan pada goyang pinggul. Tetapi sebenarnya tidak sedemikian simplenya. Karena menarikan Bajidor Kahot dan beberapa nomor tari jaipongan lainnya tidak melulu hanya bergoyang pinggul tetapi juga lengan, bahu, kepala, tangan dan ketrampilan step-step kaki.
Bajidor Kahot berangkat dari sebuah tarian rakyat yang bertemakan pergaulan, yang menceritakan tentang keceriaan para mojang. Itulah sebabnya tarian ini ditarikan oleh remaja-remaja putri yang cantik jelita.
Berikut lirik lagu Bajidor Kahot
.................................................
Ngengklak dikalang dipaer nyi lenjang
Dangdanan necis disandingan ku nu geulis
Rengkak nu merenah nu neuteup kabengbat manah
Duh.. gending rongkah tambah motah
Kemprung dipanggung geus jadi kagandrung
Sok gararetek sapeuting teu ngarengkenek
Tepak kendang ngajak ngengklak Adu manis ear senggak
Kabengbat duriat najan ucul eusi pesak
Eh.. duh bajidor pada kahot
Moal kapok nyaahna nya beuki pogot
Moal ngejat bajidor teu weleh pogot
Moal arek moal rek eleh jajaten
Dangdanan necis disandingan ku nu geulis
Rengkak nu merenah nu neuteup kabengbat manah
Duh.. gending rongkah tambah motah
Kemprung dipanggung geus jadi kagandrung
Sok gararetek sapeuting teu ngarengkenek
Tepak kendang ngajak ngengklak Adu manis ear senggak
Kabengbat duriat najan ucul eusi pesak
Eh.. duh bajidor pada kahot
Moal kapok nyaahna nya beuki pogot
Moal ngejat bajidor teu weleh pogot
Moal arek moal rek eleh jajaten
........................................
Kalau di Translate ke Bahasa Indonesia mungkin begini....
Ngengklak diarena bersanding dengan nona lenjang (Ramping kali ya )
Riasan necis bersanding dengan yang cantik
Rengkak yang serasi yang melihati tergoda sampai kelubuk hati
Duh.. gamelan rongkah tambah motah
Kemprung dipanggung sudah menjadi kekaguman
Selalu gararetek semalam engga ngarengkenek
Tepuk gendang mengajak ngengklak Adu manis ear senggak
Tergoda cinta sekalipun keluar isi saku
Eh.. duh bajidor jadi ternama
Tidak Kapok sayangnya makin keasyikan
Tidak akan beranjak malah tambah keasyikan
Tidak akan terjadi kalah kepintaran
Hehehehe masih belum sempurna , itu menurut mamang tuh heheheh....
Kalau di Translate ke Bahasa Indonesia mungkin begini....
Ngengklak diarena bersanding dengan nona lenjang (Ramping kali ya )
Riasan necis bersanding dengan yang cantik
Rengkak yang serasi yang melihati tergoda sampai kelubuk hati
Duh.. gamelan rongkah tambah motah
Kemprung dipanggung sudah menjadi kekaguman
Selalu gararetek semalam engga ngarengkenek
Tepuk gendang mengajak ngengklak Adu manis ear senggak
Tergoda cinta sekalipun keluar isi saku
Eh.. duh bajidor jadi ternama
Tidak Kapok sayangnya makin keasyikan
Tidak akan beranjak malah tambah keasyikan
Tidak akan terjadi kalah kepintaran
Hehehehe masih belum sempurna , itu menurut mamang tuh heheheh....
Kurang lebihnya begitu kira - kira liriknya ya... kalau ditulis semua nanti mamang ndak kebagian Bajidoran heheheeh
Langganan:
Postingan (Atom)









