Tampilkan postingan dengan label Khas Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khas Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Agustus 2013

Vidio Upacara Saweran Pengantin Sunat di Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. 
yuk kita simak vidio youtube upacara saweran untuk pengantinsunat pada hari minggu 18 Agustus 2013, di Kampung kali Gambir, Kec. Cikaum, Kab. Subang, Jawa Barat.  Kebetulan masih saudara Mamang jadi jepret dulu dah sebelum prasmanan hehehe


Ini Vidio Youtube-nya



Nanti tonton juga ya pentas seni sisingaan, burung – burungan versi dangdutnya
 

Kamis, 08 Agustus 2013

Tradisi Tukar Rantang Keluarga mamang di Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes... Sebelumnya sudah sempat mamang tulis tradisi ini, biar dah sekalian buat mengingatkan saja, supaya dapat dilestarikan, yuk kita simak



Anak sulung dan ipar mamang mau tukar rantang ke saudara
 Setiap daerah memiliki keunikan dan tradisi sendiri dalam menyambut lebaran, seperti di daerah Pagaden Barat tepatnya di Kampung Gardu desa Bendungan kabupaten Subang terdapat tradisi tukar rantang atau biasa disebut Nganteuran.

Setiap warga di kampung ini melakukan tukar rantang, karena tradisi ini sudah turun temurun. Termasuk keluarga Mang Yono admin belog ini ikutan tukar rantang juga pada hari senin tanggal 5/8/2013 kebetulan mamang sudah libur hehehehe, tapi anak mamang yang mengantarkan rantang - rantang berisi masakannya  hehehehe... Tukar rantang adalah saling tukar makanan atau masakan yang disimpan di dalam rantang susun. Di berikan kepada saudara atau kerabat dan tetangga, isinya  yaitu nasi lengkap lauk pauknya, seperti telur atau ayam opor. Orang yang diberi hantaran rantang akan membalas hantaran pada hari yang sama atau hari berikutnya. Tentu saja isinya sama, nasi lengkap dengan lauk-pauk plus selipan amplop.. tentunya amplop berisi uang hehehehe.
Anak sulung mamang sedang ngitung amplop hasil tukar rantang



Dalam tradisi tukar rantang ada juga amplop atau angpau  yang berisi uang yang diselipkan atau diberiksn langsung kepada anak yang nganteuran  / pengirim rantang. Untuk isi amplop tergantung kemampuan si pemberi mulai dari Rp10.000 sampai dengan  Rp100.000 

Tradisi tukar rantang harus dilestarikan karena selain bersedekah makanan, tradisi tersebut untuk memperetat tali silaturrahim antar kerabat dan tentangga. Termasuk memberi semangat kepada si anak, termasuk anak mamang hehehe

Kamis, 01 Agustus 2013

Tukar rantang Tradisi menjelang Lebaran di Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Setiap menjelang lebaran ada tradisi khusus di masyarakat Subang, Jawa Barat. namanya tukar rantang ( Nganteuran) mulai sepuluh hari menjelang lebaran, atau disebut tanggal likuran. Biasanya paling banyak pada tanggal-tanggal ganjil Ramadan, seperti tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29 Ramadan, hari sebelum hari Lebaran.
 


Tukar rantang adalah tradisi saling tukar makanan atau masakan yang disimpan di dalam rantang susun. Tradisi ini dilakukan antara saudara dekat kalau dengan tetangga tidak pakai rantang, tapi pakai piring atau tukar piring hehehe. Biasanya yang mengantar adalah saudara paling muda ke saudara tua, adapun isi hantaran yang diberikan berisi makanan seperti nasi lengkap dengan lauk-pauknya termasuk sayurnya atau lodeh. Ada juga ayam panggang atau bakakak.
Yang diberi hantaran rantang akan membalas hantaran. Tentu saja isinya sama, nasi lengkap dengan lauk-pauknya dan lodehnya.
Selain membalas dengan nasi dan lauk pauk,

biasanya ada juga angpau atau amplop yang berisi uang yang disisipkan, makanya kalau mau hantaran ( nganteuran) rantang mending bawa anak kalau anaknya punya 4 ya bawa semua hehe , biar ndak malu nerimanya hehehe...



 Isi amplop beragam, mulai dari Rp 5.000 sampai dengan  Rp 50.000 atau pun Rp 100.000, tergantung pada tebal tipisnya isi dompet orang yang diberi hantaran hehehe.
Nah dikarenakan ada angpau, tradisi tukar rantang ini dimanfaatkan sejumlah anak kecil untuk mengumpulkan bekal untuk lebaran. Maklum saja, semakin banyak orang yang diberi hantaran, akan semakin banyak angpau yang diperoleh

 Seperti  anak anak di lingkungan rumah mamang dia mengaku, dari tradisi tukar rantang bisa mengumpulkan angpau dengan nilai Rp 300.000 hingga 500.000.

"Sejak kapan tukar rantang dimulainya n tidak ada yang tahu. Namun masyarakat Subang mempercayai, tradisi tukar rantang ini sebagai cara untuk menjaga jalinan silaturahim di antara keluarga atau pun kerabat."

Rabu, 31 Juli 2013

Lemang Makanan Khas Malingping Banten Selatan

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes... Pagi – pagi Hp jadul saya berdering...  beeerr kwkwkwk... beeerrr kwkwkwkw ... Pas saya terima, ternyata saudara saya, ngabarin mau pulkam dengan keluarganya.

 “Assalamu'alaikum .... Halooo... kasep, gimana kabarnya?” suara dari seberang sana.
Wa 'alaikum salam wa rahmatullah... Haloo uga... Mang, Alhamdulillah sehat” Jawab orang kasep hehehe...
Nanti, mamang mau pulang ke Subang sama keluarga... terus mau pesen oleh – oleh apa?
Ndak usah merepotkan mang, ndak usah... Kalau ada belikan LEUMEUNG Malingping saja hehehe” jawab saya dengan menolak dan meminta secara halus hehehe


  Kalau dengar kata LEUMEUNG ( Lemang) jadi rindu Lemang Makanan Khas Malingping Banten Selatan  yang terkenal  kuliner LEUMEUNG (lemang) yang terdapat di Malingping, Lebak, Banten Selatan. Kuliner yang satu ini terbuat dari beras ketan berbumbu ditambah santan kelapa kental, kemudian dimasukkan kedalam bilah-bilah bambu yang kemudian dibakar diperapian hingga matang. Nikmatnya  leumeung ketika dimakan hangat-hangat, atau dimakan sesaat bilah bambunya baru dibelah.
Biasanya dimakan dengan Telor asin, bila dibiarkan lama dibuka, akan menyebabkan leumeung mengeras, sehingga mengurangi selera makan. Leumeung Malingping biasanya ditambahi dengan kacang merah, sehingga perpaduan antara santan kental, beras ketan dan kacang merah, akan memberikan sensasi nikmat yang tersendiri.
Sebagai kuliner khas Malingping, tapi hati – hati kalau mau dibawa pulang harus dikemas / bungkus dengan baik karena jika tidak dikemas dengan baik, kita akan terkena areng yang melekat pada batang bamboo leumeung (bahasa sunda”mehong”). 

Senin, 22 Juli 2013

Tradisi Memberi Beras Pada Acara Hajatan Di Pagaden Barat

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes... Panen padi kecamatan pagaden barat sedang berlangsung, meskipun bulan puasa Ramadhan tapi tetap panen padi dilaksanakan. meskipun tidak serempak, karena dibeberapa tempat atau desa padinya belum siap dipanen. Biasanya pada musim panen atau setelah musim panen padi seperti ini, acara hajatan diadakan entah itu hajatan sunatan anak, perkawinan atau syukuran, atau bahkan membangun rumah.

Tim Jurutulis Beras dan uang untuk perempuan. 
Untuk laki - laki sengaja ndak di poto bikin sepet dimata hehehe

Contohnya sekarang pas bulan puasa ramadhan saja undangan sudah berdatangan, tapi acaranya setelah bulan Ramadhan. Kalau surat undangan itu untuk laki – laki atau bapak - bapak sedangkan untuk perempuan atau ibu – ibu berupa sabun detergen yang ditempeli undangan dan jumlah yang ditagih

Berbicara tentang hajatan ditempat saya ada cara ngasih beras atau makanan , kue, daging , bumbu atau pun berbentuk uang ( Kondangan),  satu kebiasaan di kecamatan Pagaden Barat dan kecamatan sekitarnya jika ada acara hajatan. Para warga tersebut berduyun - duyun memberikan bantuan kepada yang malaksanakan hajatan. Perlu diketahui yang memberi bantuan itu di catat nama dan alamat serta barang yang diberikan termasuk uang kondangan dalam buku,  sehingga jika nanti si pemberi bantuan mempunyai acara hajatan maka akan di kembalikan seperti itu lagi ( seperti arisan ya hehe). Biasanya kebanyakan orang pada kasih beras ada yang kasi 1 liter ( tidak dicatat Cuma numpang prasmanan doang hehehe) ada yang kasih 5 liter, 10 liter atau 5 kilogram, 50 kilogram bahkan berkilo – kilo, jadi yang punya utang beras bersiap – siap saja deh untuk mengembalikan eheheh.
Seni galura lengser mapag pengantin

Jumat, 12 Juli 2013

Kue Akar Kelapa Untuk Lebaran

Sampurasun... Rampes... Setelah sebelumnya mamang nulis tentang Kolak Biji Salak kali ini mau coba menulis tentang Kue Akar Kelapa Karena cocok untuk kue Lebaran atau buat ngemil sambil ngeblog setelah shalat tarawih. Pembuatanya ndak susah kok, itu sesuai pengalaman mamang pada saat melihat pembuatan kue ini oleh Istri mamang sama Ibu – ibu tetangga, pembuatannya dengan cara digoreng, kue ini bisa bertahan lama loh dan bisa dibuat dalam jumlah banyak sekaligus asal kru nya banyak hehehe. kue akar kelapa yang renyah dan gurih ini sangat cocok disuguhkan kepada para kerabat dan tamu sebagai kue lebaran di hari nan fitri nanti di samping kue-kue lebaran seperti kue nastar dan kue putri salju.
 Ini akar kelapa asli dan pastinya nggak enak dimakan.. 
Yang dibuat kue bukan ini hehe




Silakan dicoba karena bahan-bahan yang diperlukan tidak banyak dan cara membuatannya cukup mudah dan sederhana.

BAHAN :
450 gr tepung ketan
100 gr gula pasir
100 gr margarin
3 butir telur
100 cc air
Minyak goreng secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Kocok telur dan gula pasir dengan garpu sampai gula larut dan tercampur merata, tapi jangan dicicipi ya hehehe.
2. Masukkan tepung ketan, aduk - aduk rata dengan semangat, kemudian tambahkan margarin dan uleni hingga kalis.
3. Masukkan adonan ke dalam cetakan berbentuk corong dengan ujung bermotif bintang atau begerigi. Cetak dengan menekan adonan keluar dari corong dan potong dengan panjang sekitar 5  atau 7 cm.
4. Goreng kue sampai berwarna kuning kecoklatan, jangan sambil melamun nanti gosong loh heeheh.

Nah Yang Ini Kue Akar Kelapa Yang Enak..