Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

Wayang Golek Di Acara Perhajatan Di Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. Acara kesenian wayang golek di perhajatan Mang Yono 16 Agustus 2009 ... dah lama ya hehehe... yuk kita simak vidionya via youtube. Sambil seruput kopi... dan rebus ubinya... 


di vidionya tertulis dalang H. Ita Sumitra itu untuk dalang malam yang vidionya ndak sempet diambil, ya udah deh kita tonton saja dalang siangnya ... biasanya dalang ini untuk acara ruwatan juga entah ruwatan anak atau ruwatan daerah ( bagi yang masih menggunakannya)...

Kamis, 22 Agustus 2013

Tabuh Lesung dan ngiring beas diacara khitanan di Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. Tabuh Lesung dilakukan setiap mengawali sebuah hajatan di sebuah desa, itu juga yang masih melestarikannya. Tradisi tabuh lesung ini merupakan tradisi turun temurun dan ditujukan sebagai pengumuman atau woro-woro, beja – beja, bewara ke para tetangga .
Ini lesung bukan punya sendiri, tapi dapat pinjam dari Wa Encam hehehe



Lesung yang biasanya digunakan petani untuk menumbuk padi ini,bentuknya panjang sekitar 3 – 4 Meter sedangkan lebarnya 0,40 – 0,50 Meter, kalau mau jelas ya harus melihat langsung lesungnya hehehe...  Meskipun sekarang sudah langka, tinggal satu dua atau tiga orang yang mesih memilikinya, berubah menjadi alat musik yang merdu didengar dan mempunyai seni. Bahkan suara lesung ini bisa di dengar dari jarak yang cukup jauh melebihi pengeras suara, toa mesjid misalnya hehe. Sebagai tradisi, dengan adanya tabuh lesung ini maka masyarakat sekitar akan segera mengetahui jika ada warga yang tengah melaksanakan hajatan langsung pabeja - beja.
Nah pada saat lesung ditabuh biasanya pengantin sunat juga melakukan ngiring beas yang dipimpin oleh paraji atau tetua kampung atau pemandu gusaran, ngiring beas yaitu ngelilingi rumah yang punya hajatan sebanyak 7 kali, tapi rumah mamang depan belakang di pagar hehehe... Ya cuma muter - muter area lesung saja, katanya sama saja, kan muter - muter juga eheheh.
Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak vidio tabuh lesung dan ngiring beasnya, ini vidio diambil pada acara hajatan khitanan putra mamang ( Gugum Gumilang ) pada 16 Agustus 2009 di Kampung Gardu 1, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Subang, Jawa Barat, Indonesia.... Merdeka... heheheh, anak mamang pas kelas 1 SD, ya di SDN Gardu Mukti. Cuma baru di Publikasikan sekarang di You Tube di alamat http://youtu.be/cTGFfqk6gGw

Rabu, 21 Agustus 2013

Upacara Gusaran dan bedakan untuk Pengantin Sunat

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes..  
Bagi orang yang beragama Islam, berkhitan itu dianggap penting, baik bagi laki-laki, maupun perempuan. Istilah yang dipakai di daerah sunda ialah sunatan, karena dulu berkhitan dengan cara disudat/disundat, yang dilakukan oleh bengkong atau paraji sunat(dukun sunat), tetapi sekarang dilakukan juga oleh dokter atau mantri rumah sakit.

Upacara khitan sering bersamaan dengan gusaran, yakni potong gigi, yang dalam pelaksanaannya hanya digosok dengan uang logam ke giginya. Khitan bagi anak laki-laki sangat terbuka, tetapi bagi anak perempuan sangat tertutup kadangkala dirahasiakan.

Yuk kita lihat vidionya dalam acara gusara anak mamang( Gugum Gumilang pas umur  7 tahun atau kelas 1 SD, tepatnya ini acara tanggal 16 Agustus 2009... heheheh udah lama ya ini acaranya, ya udah deh dulu kan mamang belum tau belog – belogan hehehe
Pada waktu upacara gusaran pengantin sunat di kasihbedak dari tepung beras. Katanya biar neungkas. Termasuk adik ipar mamang juga ikut – ikutan di gusar, karena mau ikutan di helaran (arak-arakan) penganten sunat, biasa dilakukan sebelum upacara khitanan. Jenis kesenian yang erat hubungannya dengan khitanan anatara lain : Kuda Renggong, Gotong Singa


Vidio ini diambil di tempat mamang, diKampung Gardu 1, Ds, Bendungan, Kec. Pagaden Barat Kab. Subang, Jawa Barat, Indonesia... Merdeka

Selasa, 20 Agustus 2013

Vidio Sisingaan dan burung - burungan acara khitanana di Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. Yuk kita simak vidio you tube  Sisingaan dan burung - burungan acara khitanana ini di daerah kampung Kali Gambir Dua, Desa Sindang Sari, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Indonesia... Merdeka... 
Pada Hari Minggu, 18 Agustus 2013 dalam acara Syukuran dan khitanan anak dari keluarga Ibu Edah, saudara Mamang hehehe... ma'af kualaitas vidionya kurang bagus, maklum pakai hp agak jadul...

Senin, 19 Agustus 2013

Kesenian Sisingaan Modern Acara Sunatan Di Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. Arts and culture "odong-odong"or "sisingaan" comes from West Java Indonesia.Culture held whenboys or girls willbe circumcised as a party or gratitude. Boys or girls would be paraded through the streets ofthe city to use"odong-odong" or "sisingaan". Arts and culture "odong-odong" now appear to leave the native culture of modern music using traditional instruments.

Seni Gotong Sisingaan Modern di Kampung Kaligambir Dua, Desa Sindangsari, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang Pada hari Minggu 18 Agustus 2013 dalam acara Khitanan anak dari keluarga Ibu Edah


Betul ndak sobat bahasa diatas Heheheh... itu dapet tanya ke orang bule loh, aslinya mamang mau nulis begini
“Seni budaya "odong-odong" atau "sisingaan" berasal dari Jawa Barat Indonesia. Budaya diadakan ketika anak laki-laki atau anak perempuan akan disunat sebagai pesta atau rasa syukur. Anak laki-laki atau anak perempuan akan diarak melalui jalan-jalan kota untuk menggunakan "odong-odong" atau "sisingaan". Seni budaya "odong-odong" kini tampil dengan musik modern meninggalkan budaya asli menggunakan instrumen tradisional.
.
Jumlah Sisingaan atau burung - burungan ada sembilan, siapa yang mau ikut naik hehehe 
Setelah kemarin mamang tampilkan vidio Upacara Sawernya
Udah ah jangan ngebahas itu, kitak simak saja poto – potonya tentang sisingaan modern, nanti lain waktu mamang tampilkan juga vidionya ya.
Saya bertanya ( bukan udin yangbertanya di lagu wali hehehe) ke nenek – nenek, cuma ingin tahu saja sekalian ngetes heheheh 


Nek itu kalau mau naik sisingaan atau burung – burungan kira – kira berapa, apakah sama dengan odong – odong yang digayuh pakai sepeda ontel, cuma seribu ?
“Satu singa harganya bisa sampai setengah juta jang. Makanya yang biasanya naik itu anak-anak orang yang punya. Kita mah nonton aja udah senang. Apalagi musiknya. Dangdut pisan. Bahkan yang joget-joget di belakang itu, itu jang itu,  Sampai berantem . Kalau udah gitu yang nenek takutin. Tapi selain itu, asyik jang. Ikut goyang jang?”
Mentang mentang sekarang kabupaten subang mau ada pemilihan Bupati ditiang saja ditempelkan pasangan Calon ( iklan ya harus bayar ke mamang nih hehehe)



Saya langsung menggeleng sambil tertawa diajak goyang dan dibilang ujang oleh seorang nenek yang  menonton di bawah rindang pohon rambutan. Dan yang paling seneng lagi saya dibilang ujang ( berarti saya masih bujangan dan muda) heheheh.
Ini anak Ibu Edah yang punya acara, pengantin sunatnya, kalau mamang sebagai saudaranya ikut senang saja dan ikut prasmanan hehehe

“Nek, itu yang angkat singanya nggak keberatan? Pada ikut joget juga.”
 “Mereka kan udah dilatih. Ntar kalau capek bisa gantian atau arakannya berhenti sebentar. Tuh jang, pada berhenti.”