Senin, 25 Maret 2013

Mengungkap kata Pamali






Nah kali ini Mang mau bercerita tentang “ Pamali “ kata pamali itu berasal dari bahasa Sunda yang berarti “ Tidak Boleh / Pantangan” Biasanya Pamali tersebut sering diungkapkan oleh orang tua kepada anaknya atau kepada sanak saudaranya.
Namun sebenarnya Pamali  tersebut diungkapkan demi kebaikan anak-anaknya tersebut. Dari kecil sampai sekarang Mang belum semua tahu apa sebenarnya rahasia dibalik kata-kata pamali tersebut
Mari kita lihat contoh  Pamali dan apa sebenarnya rahasia dibaliknya:

Katanya kalau menduduki bantal, nanti bisa Bisulan, Padahal Sebenarnya Orang tua melarang kita duduk dibantal supaya bantalnya tidak rusak atau kempes atau pun bisa juga masa bantal buat kepala malah didudukin.


Katanya, Jangan membuang buang Nasi, nanti nasinya nangis, Padahal Orang tua melarang kita membuang nasi, untuk mengajarkan kita bagaimana agar tidak mubazzir dan mensyukuri pemberian Allah dan menghargai para petani yang menanam Padi.
        Sebenarnya masih banyak lagi pamali Orang tua.
Pamali tersebut haruslah kita tanggapi secara rasional,  karena mungkin ada benarnya juga.
   Jadi yang sudah menjadi pantangan turun temurun oleh orang tua kita, adapun jika pamali tersebut diyakini bersifat ghoib yang dapat menyebabkan kesialan maka hukumnya syirik sebab sudah masuk dalam kategori tathayur ( Kata Pak Ustad).
Dan Pak Ustad bilang begini “Jika kita amati secara seksama,Hukum Pamali ini tidak semuanya bersesuain dengan pesan Rasulullah saw, diantaranya ada yang bertentangan dengan kaidah kaidah Islam yang tentunya telah sempurna dan tidak membutuhkan berbagai mitos yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.Lalu kenapa Mang  memberanikan diri membahas hal ini?Apa tidak takut dikutuk dan dianggap kualat oleh para karuhun?

Dulur dulur.. Mang yakin anak  - anak remaja yang saat ini sudah punya anak bahkan sudah punya cucu lagi, jarang yang tahu sejarah dan asal mula kata pamali ini. Karena anak anak dijaman dulu jarang yang berani bertanya ketika si nenek sudah berfatwa "Pamali!"Jujur saya pun rada ararateul dengan kata pamali ini. Naha make pamali sagala rupa? timana asalna etateh? . Kapan saur Rasululloh saw oge islam teh tos sampurna, naon naon anu teu diajarkeun sareung teu dicontokeun kuanjeuna etateh kalebeutna bid'ah.

Bid'ah tea berat.. aslina urang bakal tigujubar kana naraka.Komo upami urang terus menerus ngawariskeun ka anak incu urang mitos mitos anu teu aya sumberna. Hayu urang paheyeuk heyeuk babadamian kanggo nyetop phobia ieu.

Kemungkinan kata pamali ini teh berasal dari Nasihat Rasululoah saw yang baik, tapi kemudian nenek-nya si-nenek dari nenek nenek-nya lagi sudah lupa sehingga mereka mengatakan hal tersebut itu sebagai pantangan saja yang di bungkus dengan logo "Pamali".

Berikut ini adalah beberapa hukum hukum "Pamali" mungkin bersumber dari Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.
"Jangan makan dengan tangan kiri, Pamali! siah tah"Setelah berkata "Pamali" biasanya si nenek ga mau bertanggungjawab apa alasannya, dan si anak cukup patuh dan takut melanggar pantangan?

Nasihat itu baik.Tapi alangkah lebih baiknya, jika rantai pamali yang hukumnya tidak jelas itu kita ganti dengan Nasihat Rasululloh Saw; Rasulullah bersabda;
  "Apabila seseorang di antara kalian makan hendaknya ia makan dengan tangan kanan dan minum hendaknya ia minum dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (Riwayat Muslim dari Ibnu Umar ra).

Nah segitu dulu cerita dari Mang Yono .....


Derita Anak Derita Orang Tua

Anak bagaikan permata yang begitu berharga bagi orang tua. Tak ternilai harganya dan senantiasa melekat dalam sanubari ayah ibunya. Hal ini dirasakan oleh setiap orangtua, bahkan oleh seseorang yang paling mulia, Rasulullah SAW. Demikian pula orang yang paling mulia setelah beliau, Abu Bakr Ash-Shiddiq z. ‘Aisyah x menceritakan:

“Suatu hari, Abu Bakr Ash-Shiddiq z mengatakan, ‘Demi Allah, tak ada seorang pun di atas bumi ini yang lebih kucintai daripada ‘Umar (Umar bin Khaththab z, red.)!’ Ketika Abu Bakr kembali, dia pun bertanya, ‘Bagaimana sumpahku tadi, wahai putriku?’ Aku pun mengatakan kembali apa yang diucapkannya. Kemudian Abu Bakr berkata, ‘Dia memang sangat berarti bagiku, namun anak lebih melekat di dalam hati’.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 61: hasanul isnad)


Memang, begitu dalam rasa cinta dan kasih sayang orang tua kepada anaknya. Tak heran, ketika anak sakit, derita yang berat pun turut dirasa oleh orangtua. 


“Sakit anak derita AYAH IBUNYA,” begitu kata sebuah ungkapan.

Tak sampai hati rasanya melihat permata hati terbaring pucat, kehilangan gairah dan keceriaannya, ditambah lagi demam yang tak kunjung reda, diiringi tangisan menahan rasa sakit. Terbang sudah rasanya hati orangtua. Ada sesuatu yang terasa kosong di dalam dada. Ingin rasanya menggantikan sakit dan derita si anak. Ingin rasanya berbuat sesuatu untuk mengenyahkan segala penderitaannya. Namun ternyata kita tak mampu berbuat apa-apa.
Cuma bisa berdoa dan berusaha.

sumber : https://www.facebook.com/KaryonoAzy



Kamis, 21 Maret 2013

Gali lubang tutup lubang pinjam uang bayar hutang




Kalau mendengar kata Gali lubang tutup lubang, suka keingetan lagu Bang Haji Rhoma Irama
Gali-gali-gali-gali-gali lobang
Gali-gali-gali-gali-gali lobang

Lobang digali menggali lobang
Untuk menutup lobang
Tertutup sudah lobang yang lama
Lobang baru terbuka

Gali lobang tutup lobang
Pinjam uang bayar hutang
Gali lobang tutup lobang
Pinjam uang bayar hutang

Walau hidupnya pas-pasanWalaupun serba pas-pasan
Hidup ?kan merasa terang
Asal tak dikejar hutang…
Enak tidur enak makan (hi-hu…)


Di Jaman serba sulit ini terkadang, ibu rumah tangga pun terpaksa gali lubang tutup lubang untuk menjaga stabilitas keuangan plus terpenuhinya kebutuhan seluruh anggota rumah.  Perabotan rumah tangga pun tak sedikit yang dibeli dengan cara utang alias kredit. Seperti televisi, mesin cuci, motor hingga rumah.


“Habis gimana, kalau nggak ngutang, kapan kebelinya?” begitu alasannya.
Salahkah? Tidak. Utang adalah salah satu muamalah yang dihalalkan. Bahkan, Islam sudah mengatur dengan sangat indah ( Kata Pak Ustad).
       Terus Pak Ustad bilang “Bagi yang berutang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan
- Ndak boleh malu atau gengsi, terlebih jika memang untuk kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Misal anggota keluarga sakit, kecelakaan, kena musibah dan sebagainya.

- Pilih orang terpercaya, setidaknya kita paham akidahnya, sehingga utang tidak menjadi fitnah. Banyak kasus, silaturahmi bubar hanya gara-gara utang-piutang. Seperti, sang piutang menceritakan ke sana-sini bahwa kita tukang berutang. Atau dia menagih utang tanpa ada toleransi alias ngajak ribut.

- Utang sifatnya wajib dibayar. Jika sudah ada kelonggaran, segeralah membayar utang dan  jangan sengaja menunda-nunda. Rasulullah SAW bersabda:

“Yang terbunuh di jalan Allah (syahid) akan dihapuskan semua dosanya kecuali utang.” (HR Muslim)

- Utang wajib dibayar sampai kita meninggal. Untuk menghindari lupa, catatlah semua utang kita sekecil apapun, sehingga ketika kita meninggalpun bisa dibayarkan oleh ahli waris.

Bersambung...

Rabu, 20 Maret 2013

Mari menanam Anggrek dengan media pot

Kali ini Mang Yono mau berbagi cerita tentang cara menanam Anggrek pada pot. Meskipun kebiasaan menanam bunga biasanya dilakukan oleh kaum Hawa tapi tidak ada salahnya Mang mencoba menanam bunga bagi  sobat - sobat juga bisa mencobanya.
   
Pot yang baik bagi tanaman anggrek sebaiknya bukan cuma memiliki lubang pada bagian bawah. Tetapi baiknya pot juga memiliki lubang pada bagian samping.
       Pertama seperti biasa siapkan Gula Kopi dan langsung di seduh dengan Air Panas,  Supaya ndak ngantuk, kalau ngantuk kan bahaya bisa - bisa ndak jadi menanam bunga Anggrek heheheh....
      
 Setelah mempersiapkan pot, maka selanjutnya yang harus diperhatikan adalah pemilihan media tanam. Media tanam untuk anggrek harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu tidak mudah lapuk. Media tanam anggrek juga harusnya mempunyai aerasi udara yang baik yang mampu mengikat air dan zat hara secara baik, mudah didapatkan, dan harganya juga relatif murah. Kalau Mang mah membuat sendiri hehehe
 

          Beberapa media tanam anggrek yang cukup baik digunakan adalah  Sabut Kelapa, Kayu Arang, Pakis. Masing-masing media tanam yang biasa digunakan ini tentu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri, namun demikian beberapa media tanam diatas dipastikan adalah sebagai media tanam terbaik untuk tanaman anggrek.         Langkah selanjutnya adalah memilih tiang penahan tanaman. Khusus untuk tiang penahan tanaman ini dapat dibuat dari kawat dengan diameter 2-4 mm. Fungsi dari tiang ini adalah untuk menyangga tanaman agar tidak goyang saat penyiraman dan juga perlakuan lainnya. Dengan bantuan tiang penahan akan membuat akar tidak terganggu. Namun ketika tanaman sudah tumbuh kuat, maka tiang penyangga dapat dilepas.
        Untuk menaman anggrek didalam pot, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah memasang tiang penahan hingga menyentuh dasar pot. Isi pot dengan pecahan batu bata atau genteng secukupnya, bisa sampai 1/3 tinggi pot. Kemudian masukkan media arang kayu atau potongan pakis 1/3 tinggi pot. Setelah itu tanaman anggrek diletakkan diatas media dan akar diatur supaya menyebar rata.
        Jangan lupa batang tanaman diikat pada tiang penyangga. Yang terakhir diatas akar ditambah media lagi secukupnya. Perlu diingat, jangan sampai batang tanaman tertutup oleh media tanam. Hal ini untuk menghindari luka yang bisa menyebabkan busuk dan tanaman mati. Yang ditimbun oleh media adalah akar-akarnya saja.

      Nah segitu dulu cerita dan pengalaman dari mang... semoga bermanpaat dan selamat menikmati...

Selasa, 19 Maret 2013

Cerita penjual di Terminal Kampung Rambutan Teliti sebelum membeli





       Kali ini Mang mau bercerita tentang pedagang di Terminal Kampung Rambutan tapi bukan cerita Benget bersama dengan selingkuhannya Tini yang ditangkap polisi di warung soto akibat mutilasi Istrinya dan di buang di jalan tol Jakarta - Cikampek yang menghebohkan. Tapi sekarang mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan kejinya. Sedang Darna harus mati sia-sia ditangan suami yang dulu sempat berjanji memberikan kebahagian hingga akhir hayat hidupnya.
      Ini hanya cerita untuk mengingatkan saja dan berhati hati dalam membeli sesuatu jangan sampai terjebak ... Langsung saja ke cerita Mang.
   
  Mang biasa bolak balik antara Jakarta ke Subang seminggu sekali dengan menggunakan Bus Umum, maklum Mang punya rumah di Jakarta apalagi punya mobil hehe..
 Di sa’at Bus lagi nunggu penumpang biasanya banyak  penjual asongan yang bergantian menjual dagangannya dengan membagikan ke tiap penumpang  ada koran, dompet, tahu, permen jahe ..

Nah giliran tukang majalah dengan suara keras menjual dagangannya  sambil membagikan majalah terbungkus pelastik transparan ke tiap penumpang

“ Majalah seribuan tujuh.... majalah terbaru... seribuan tujuh... nenek – nenek diperkosa minta nambah.... istri Saipul Jamil arwahnya gentayangan...  majalah seribuan tujuh.....”


   
    Dari sampul majalahnya juga sudah kelihatan dengan gambar Automotipnya berarti majalah tersebut majalah tentang Automotip, tapi ada juga yang membelinya entah itu penasaran entah itu harganya murah.

Tukang Majalah : “ Kurang enam ribu lagi Mas”

Pembeli  : “ Katanya Seribuan bang “

Tukang Majalah :” uang seribu dapat apa Mas.... majalah seribuan tujuh.... jadi seribuannya tujuh lembar ”
          Cukup segitu saja cerita dari Mang ... mudah - mudahan bermanpaat...





Rabu, 13 Maret 2013

Tradisi Ruwatan Bumi di Kabupaten Subang Jawa Barat




Sebagai orang Subang Mang mau berbagi tentang cerita Ruatan Bumi yang di laksanakan setiap tahunnya bagi petani yang ada di Kabupaten Subang  Propinsi Jawa Barat mengadakan ruwatan/ hajat bumi dengan bertujuan memohon keselamatan dalam dirinya, usahanya, pertaniannya dan lain sebagainya dari serangan orang yang jahat, dari berbagai penyakit dan hama untuk segala usaha pertaniannya.


Ruwatan adalah budaya masyarakat Jawa pada umumnya, Ruwatan menurut bahasa setempat mengandung arti “ruwat” yang berarti “luwar” atau “leupas” sedangkan “bumi"
mengandung arti tanah yaitu tempat dimana kita berpijak. Tradisi ritual ini dilakukan untuk melepaskan segala bala dan belenggu dari kutukan bawaan dari tanah (lahan pertanian) sebelum mereka olah. Petani menurut adat setempat melarang dengan tegas jika ada seorang petani yang menggarap lahan sawahnya sebelum diadakannya tradisi ngaruwat bumidilakukan. Jika ada salah satu petani yang melanggar maka petani tersebut akan celaka. Biasanya petani yang mendahului menanam padi sebelum dilaksanakannya acara ruwatan, tanaman padinya tersebut akan terserang hama tikus, burung dan hama-hama yang lainnya yang bersifat merugikan.

Dibawah ini adalah syarat atau perlengkapan dalam kegiatan yang biasa saya  jumpai dalam acara tradisi ngaruwat bumiyang ada di kabupaten subang. Adapun kegiatanya meliputi:

1) Mengadakan penggalangan dana untuk biaya ruwatan. ( Gotong royong ) biasanya sekitar Rp 10.000 – Rp 25.000 tergantung kemampuannya, dan untuk yang kurang mampu tidak dipungut biaya.

3) Menyewa hiburan berupa wayang kulit atau wayang golek untuk memeriahkan acara ruwatan.




Acara tersebut biasaya ditujukan untuk menghibur masyarakat agar datang dan senantiasa berkumpul bersama dalam satu acara ngaruwat bumi.

4) Masing-masing kepala keluarga membuat nasi tumpeng atau masyarakat petani setempat menyebutnya dengan “congcot” atau “nyongcot” berupa nasi berbentuk kerucut yang pada atasnya di beri telur bulat utuh kemudian nasi congcot tersebut dikumpulkan di atas meja berukuran panjang pada saat acara dimulai.

Nasi congcot berbentuk kerucut tersebut kemudian diambil masing-masing satu sendok nasi dan dicampur dalam sebuah wajan besar yang pada akhirnya nasi tersebut dimakan secara bersama-sama.

5) Menggantungkan jenis-jenis hasil bumi di depan pekarangan Rumah atau di gang. Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat petani yang ada di Kabupaten Subang satu minggu atau tiga hari sebelum kegiatan tradisi ruwatan dimulai. Jenis-jenis hasil pertanian yang digantungkan di depan gang atau depan pagar rumah biasanya umbi-umbian, buah-buahan, sayur-sayuran bahkan adapula yang menggantungkan beberapa jenis barang seperti rokok dan makan ringan.




             Berbagai macam jenis hasil pertanian tersebut kemudian digantung dengan seutas tali ke atas ruas bambu dan dihias masing-masing buah berjumlah satu dan berbeda-beda atau bermacam-macam jenis hasil pertanian dan diambilnya secara rebutan pada waktu arak arakan ( Rombongan mengelilingi kampung yang biasanya dipimpin oleh kepala desa)

6) Berbagai jenis sesaji pada saat acara ritual dimulai. Proses ini merupakan proses puncak dimana pada proses ini dilakukan beberapa kegiatan inti seperti sambutan-sambutan, maksud dan tujuan diadakannya kegiatan tradisi ini dan ditutup dengan do’a.

Nah segitu dulu cerita dari Mang, mohon ma'ap bila ada kata - kata yang kurang berkenan dihati pembaca...