Kamis, 29 Agustus 2013

Tentang Saya orang kampung

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. Tidak ada yang istimewa dari saya.
Sedikit tentang saya….

Saya adalah seorang yang terlahir di sebuah kampung Gardu, desa Bendungan kec. Pagaden Barat  yang mungkin tak pernah sobat dengar, SD dan SMP sekolah di daerah subang. Kota yang identik dengan Nanas Simadu. Dan STM di Kota Purwakarta identikdengan simping Kaum,dan kerajinan guci/ keramik  plered, sekolah  selama 3 tahun walau sering bolos tapi akhirnya lulus juga hehehe.. Setelah lulus dari STM saya tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena terbentur masalah biaya, maklum saya dibesarkan oleh nenek dan kakek, karena kedua orang tua saya sudah meninggalkan saya untuk selamanya, selanjutnya saya nekad mencari pekerjaan ke Jakarta dengan bermodalkan izazah STM dan bekal minim, suka duka di jakarta kujalani semua kenangan-kenangan itu kunikmati, kuresapi, kumengerti dan membuat saya belajar untuk menjadi orang yang kuat…….tegar, sehingga aku bisa belajar dan mengambil hikmah dari setiap kejadian, dan berusaha mampu untuk melewati semua peristiwa, dan memahami “bahwa apa yang ditawarkan dunia, tak selamanya SENANG dan BAHAGIA …tapi juga kesedihan, tangisan dan mungkin juga perpisahan dan air mata. Dikota inilah aku lalui sebagian kehidupanku.

Saya  juga dipanggil Yono, nama kecil dan nama yang dikenal keluargaku.Sedangakn embel – embel Mang adalah panggilan untuk orang Sunda hehehe...

Saya adalah orang yang banyak kekurangan,…selalu tersenyum tapi mudah terharu…saat aku merasakan , mendengar ataupun melihat kejamnya orang-orang…. ataupun saat aku lelah dan merasa tak sanggup menghadapi kekejaman Ibu Kota, tapi saya akan berusaha belajar…dan terus belajar …. lebih banyak lagi untuk menjadi diriku yang seutuhnya, mencari apa yang tak kumegerti dalam hidup saya, melalui pengalaman ..cerita dan nasehat dari sahabat-sahabat bloger.

 “Buat saya segala sesuatu adalah ilmu dan ilmu adalah segala sesuatu”.

Saya hanya seorang yang suka belajar menulis meskipun orang lain ogah untuk membacanay, dan saya akan terus belajar..dan terus belajar menulis…dan terus menulis, supaya apa yang saya tulis bisa bermanfaat buat saya sendiri, buat sahabat-sahabat, syukur jika bermanfaat bagi orang lain…

Alasan utama saya membuat blog ini yaitu belajar dari tulisan orang lain…belajar dari pengalaman orang lain…dan untuk menjalin persahabatan tanpa memandang suku, agama, usia, status …yang penting memiliki niat baik untuk PERSAHABATAN!

Saya ingin punya persahabatan sepanjang sungai dan seluas lautan, sehangat sinar matahari, sesejuk embun pagi dan kuharap sahabat-sahabat saya bisa sebanyak bintang dilangit dan pasir ditepi pantai...  Yang terpenting bisa santai seperti di pantai... salam..

Rabu, 28 Agustus 2013

Wayang Golek Di Acara Perhajatan Di Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. Acara kesenian wayang golek di perhajatan Mang Yono 16 Agustus 2009 ... dah lama ya hehehe... yuk kita simak vidionya via youtube. Sambil seruput kopi... dan rebus ubinya... 


di vidionya tertulis dalang H. Ita Sumitra itu untuk dalang malam yang vidionya ndak sempet diambil, ya udah deh kita tonton saja dalang siangnya ... biasanya dalang ini untuk acara ruwatan juga entah ruwatan anak atau ruwatan daerah ( bagi yang masih menggunakannya)...

Sabtu, 24 Agustus 2013

Bahan Bakar Tungku Semen Tidak Terpengaruh Harga BBM

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. Tungku sebagai alat untuk memasak sudah lama kita kenal dan digunakan oleh umat manusia di lembur atau perdesaan, dimana bahan-bahan yang digunakan serta model-model atau bentuknya sudah banyak di kembangkan beraneka macam.

Ini tungku semen yang mamang beli ukurannya agak kecil bila dibandingkan dengan tungku yang lainnya, lumayan biar harganya lebih murah  tapi Pungsi sama...hehehe




Penjualan TungkuSemen ini sampai ke pelosok desa ada penjual tungku keliling heheh... setelah kemarin mamang nulis tentang tukang cukur keliling heheheh... Seperti dipoto dibawah penjualnya berkeliling menggunakan sepeda motor.. Keren kan eheheh... sekali bawa penjual tungku ini, membawa 6 Unit tungku.. keren kan.. hehehe


Tukang penjual tungku semen keliling lagi bingung, tungku bagian bawah yang agak kecil dah laku, tungku atas dipindah ndak muat


Tungku semen ini hemat bahan bakar ( kayu bakar ) dua batang kayu bakar saja sudah mateng masakannya, tidak terganggu karena kenaikan BBM atau kelangkaan BBM... santai saja seperti di pantai * Ala Mang Lembu*.
Harga Tungkunya juga relatif murah dan terjangkau bagi kalangan bawah ke menengah, bila dibandingkan dengan kompor gas atau kompor minyak tanah atau juga kompor listrik yang lebih wahhh

Ini Tungku Semen mamang yang udah dipakai 2 Tahun lebih... keren kan..


Kelemahan dari tungku tradisional ini, dapat mengeluarkan kepulan asap yang mengakibatan ruangan dapur menjadi hitam ( kalau mamangsengaja ndak didapur tapi diluar area rumah), Namun keadaan ini tetap berjalan, karena keterbatasan ekonomi dan juga karena harga minyak tanah yang melambung akhir akhir ini dan juga susah didapatkan sehingga mereka mengurung niat untuk memakai kompor minyak tanah, apa lagi untuk membeli kompor gas.
Tungku tradisional adalah tungku yang umumnya menggunakan bahan bakar kayu atau arang kayu. Tungku tradisional umumnya banyak digunakan masyarakat desa atau pedagang -pedagang makanan tradisional.

Biaya pembuatan dan pengoperasian jenis-jenis tungku tradisional ini relatif murah karena bahan bakarnya (kayu dan arang kayu) banyak tersedia. Bila ingin membuat tungku semen juga mudah dan gampang cukup semen dan pasir atau kalau mau lebih awet lagi bisa menggunakan Mortar ( semen Api ) atau Castable ( semen cor Tahan Api) bisa sobat beli atau pesan dengan partai besar di  PT. Sinar Baru Castable [Tangerang, Banten, Indonesia] bisa diantar juga ... promosi  jadinya hehehe...

Jumat, 23 Agustus 2013

Tukang Cukur Keliling di Pagaden Barat, Subang

Assalamu'alaikum..... Sampurasun.... Rampes.. Keahlian dalam memotong rambut bisa menjadi peluang usaha untuk mencari nafkah. Pekerjaan ini dapat dilakukan di mana saja atau dengan cara keliling ke tiap rumah dengan membawa peralatan dan perlengkapan cukur rambut. Bagi pemotong rambut harus mempersiapkan paralatan seperti gunting, sisir, gunting listrik,kursi lipat, kain penutup dan cermin bila pelanggan mau ngaca – ngaca dulu hehehe .


 Mang tukang cukur keliling sedang memotong rambut anak Mamang, ganteng kan anak Mamang hehehe




Mas / Mang tukang cukur, berkeliling dari rumah ke rumah atau dari lembur ka lembur (dibaca kampung ke kampung) lainnya untuk mencari pelanggan. Harga sekali potong rambut keliling jelas lebih murah dari salon kecantikan pada umumnya sekitar Rp 5000/ Kepala untuk dewasa dan anak - anak . Meskipun tidak ditambah pijat memijat hehehe. Tetapi tak mengherankan, profesi potong rambut keliling tetap ada di hati masyarakat tua atau muda.
Cuaca tidak membuat langkah tukang cukur ini berhenti untuk menyukur rambut.Walaupun bukan ditempat yang mewah.Tempat tidak menjadikannya hambatan untuk menjadi tukangcukur keliling.

Mang Cukur menuturkan ke Mang Yono News “Kendala tukang cukur keliling seperti ini adalah hujan. Biasanya jika hujan tiba, konsumen pun berkurang karena merupakan hambatan tukang cukur untuk keliling, tapi kalau bawa payung mungkin bisa”.

Pelangggan tukang cukur keliling tidak hanya dari kalangan orang tua saja. Banyak anak-anak muda yang senang menggunakan jasanya.
 
Setelah selesai tukang cukur biasanya memberikan kaca kecil untuk memperlihatkan hasil potongannya kepada pelanggannya.
 
Memang tidak ada yang perlu dipikirkan dalam hidup ini, kita jalani dengan santai saja seperti di pantai ( gaya mang Lembu hehehe) . Semua orang memiliki peran masing-masing. Ada yang berperan di kantoran, di pelabuhan, di kampus dan di terminal. Tapi, ada juga orang seperti dia yang punya peran untuk urusan rambut. 
 
Sementara pendapatan per hari rata-rata Rp 50 ribu, jadi berapa kepala yang dia pegang tiap harinya hehehe



Alat cukurnya ada yang menggunakan listrik juga loh, listrik disediakan oleh pelanggan, masa tukang cukur keliling mau bawa listrik atau Genset hehehe